Sebuah Kebetulan Yang Baru Disadari


Kesadaran untuk mengunjungi perpustakaan akhir-akhir ini timbul begitu saja. Selain membaca buku koleksi sendiri, kunjungan ke perpustakaan memang tidak bisa dihindari. Yang menarik dari perpustakaan umum, beberapa buku sudah susah dicari dan tidak ada di toko buku konvensional.

Continue reading “Sebuah Kebetulan Yang Baru Disadari”

Advertisements

Di Beranda ini Angin Tak Terdengar Lagi


karya Goenawan Mohamad

Di beranda ini angin tak kedengaran lagi

Langit terlepas. Ruang menunggu malam hari

Kau berkata: pergilah sebelum malam tiba

Kudengar angin mendesak ke arah kita

Di piano bernyanyi baris dari Rubayat

Di luar detik dan kereta telah berangkat

Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata

Sebelum hari tahu ke mana lagi akan tiba

Aku pun tahu: sepi kita semula

bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata

Pohon-pohon pun berbagi dingin di luar jendela

mengekalkan yang esok mungkin tak ada

1988

(puisi ini berada di dalam buku puisi Asmaradana karya Goenawan Mohamad)

Agama Apa Yang Pantas Untuk Pohon-pohon


karya Eko Triono

 

Sebelum kau bertanya, “Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon?” hujan lebih dahulu berwarna tembaga.

Merkuri yang tinggi, tegak dan melengkung; berbaris menundukkan kepala di sisi jalan provinsi J, dan kita mengira mereka sedang sibuk, atau mungkin berkabung, pada lalu lintas yang senantiasa bergegas, seperti saat, seperti waktu (yang kerap terlepas dan bersambung). Penerangan dalam bus dimatikan, sejak beberapa jam yang lalu.

Continue reading “Agama Apa Yang Pantas Untuk Pohon-pohon”